22October2014


apbi

Ekspor batu bara nasional semester I 2012 turun 19% menjadi 137 juta ton

Akibat pengurangan permintaan dari Asia Pasifik dan Eropa, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat ekspor batu bara nasional semester I 2012 turun 19% menjadi 137 juta ton. Edi Prasodjo, Direktur Batubara Kementerian Energi, mengatakan, total ekspor itu setara 74,4% dari produksi batu bara nasional 184 juta ton. Batu bara diekspor ke China, India, Korea Selatan, dan Jepang. Selain itu, volume penjualan domestik juga turun 10% menjadi 45 juta ton menyusul keterlambatan pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap proyek 10 ribu megawatt tahap I PT PLN (Persero). Kementerian Energi mencatat realisasi produksi batubara semester I 2012 sebesar 184 juta ton, setara 54% target produksi tahun ini 340 juta ton. Jumlah ini naik 5% dibanding semester I 2011. Produksi berasal dari Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara dan Izin Usaha Pertambangan. Sebagai informasi, Indonesia adalah eksportir batu bara terbesar kedua setelah Australia. Tahun lalu, Indonesia memasok 30% dari total ekspor batubara dunia sebesar 910 juta ton. Adapun total produksi 2011 setara 5% dari total produksi dunia sebesar 6.941 juta ton. Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia, Bob Kamandanu, memproyeksikan ekspor batubara 2012 akan turun seiring perlambatan ekonomi Eropa dan banyaknya eksportir baru yang mulai merambah pasar Asia Pasifik. Asosiasi mencatat rata-rata produksi 120 anggotanya mencapai 30 juta ton per bulan atau 180 juta ton sepanjang semester I 2012. Sementara, Jenny Quantero, Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN), optimis bisa meningkatkan volume penjualan menjadi 20 juta ton dibanding tahun lalu 19 juta ton, meskipun pasar kurang baik. Bayan menargetkan penjualan 20 juta- 20,8 juta ton pada 2012. Hingga kuartal I 2012, Bayan mengantongi kontrak 17,8 juta ton dengan harga rata-rata USD 84,29 per metrik ton. Source : http://financeroll.co.id/news/44030/permintaan-melambat-ekspor-batu-bara-nasional-turun