KILAS ESDM (31 Agustus 2012)
Investor China akan Bangun Pabrik Pengolahan Direct Reduced Iron dan Smelter Alumina
Investor China siap merealisasikan pembangunan pabrik pengolahan pasir besi senilai US$ 1,5 miliar dan pabrik pemurnian alumina beserta infrastrukturnya di Indonesia dengan total investasi US$ 8 miliar. Investasi pabrik pengolahan pasir besi menjadi direct reduced iron (DRI) atau besi sponge dan baja akan digarap oleh dua perusahaan, yakni Oriental Mining and Minerals Resources Co Ltd dan Rui Tong Invesment Co Ltd.
Pabrik yang akan dibangun di Garut, Jawa Barat, itu menelan investasi US$ 1,5 miliar dan diharapkan menyerap 16.000 tenaga kerja. Kapasitas pabrik dirancang mampu menghasilkan 6 juta ton DRI per tahun yang terbagi dalam empat tahap. (BI-1/Kompas-19)
Pemerintah Sarankan Freeport Gandeng Investor Smelter
Pemerintah menyarankan PT Freeport Indonesia untuk bekerja sama dengan investor pabrik pengolahan/ pemurnian (smelter) terkait kewajiban pengolahan dan pemurnian hasil tambang di dalam negeri. Pemerintah mengajukan dua nama investor, yakni Nusantara Smelting dan Indosmelt.
Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan, Nusantara Smelting dan Indosmelt telah menyatakan niatnya untuk membangun smelter. Kedua investor ini masih belum mendapatkan kepastian pasokan hasil tambang. “Kami persilahkan mereka untuk berunding dengan Freeport untuk memeroleh bahan baku. Kalau bahan baku ini sudah ada di dalam negeri, maka siapa saja yang melakukan pemurnian tidak masalah,” kata dia.
2013, Pesona Katulistiwa akan Produksi Batubara 4,5 Juta Ton
Harga batubara kini hanya di kisaran US$ 94 per ton, lebih rendah sekitar 14% dari harga normalnya yang sekitar US$ 100 ton per ton. Meski harga turun, anak perusahaan Bhakti Energi Persadana, PT Pesona Katulistiwa Nusantara optimistis harga batubara tahun depan bisa membaik. Makanya, Pesona siap berproduksi dengan kapasitas penuh.
Menurut Presiden Direktur Pesona Katulistiwa Jeffrey Mulyono, tahun depan, perusahaannya berencana akan memproduksi 4,5 juta ton. Namun, apabila harga masih rendah, target tersebut akan dikurangi. (Kontan-14)
Antam Sosialisasi Tambang di Waning Kab Manggarai Barat
Warga Eaning Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat sepakat akan menolak kehadiran pertambangan milik PT Antam. Kendati hari ini (31/8) Antam akan melakukan sosialisasi proyek tambang emas di Kantor Bupati Manggarai Barat.
Ketua Gerakan Masyarakat Anti Tambang Manggarai Barat, Ferri Adu, mengatakan, pada 2003, Bupati Manggarai Barat saat itu, Wilfridus Fidelis Pranda mengeluarkan Kuasa Pertambangan (KP) kepada Antam. Nah, diduga keluarnya KP ini tidak sesuai prosedur. (Kontan-14)
Rel Terhambat, Kinerja PTBA Jadi Lambat
Rel Kereta Api (KA) ibarat denyut nadi yang mengalirkan darah bagi PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA). BUMN tambang ini sangat bertumpu pada jalur transportasi KA untuk mendistribusikan batubara produksinya.
Sepanjang semester I lalu, PTBA menjual batubara 7,36 juta ton, tumbuh 13% dibandingkan setahun sebelumnua (year-on-year). Pendapatan juga naik 13% menjadi Rp 5,79 triliun. Namun, laba bersih PTBA malah melemah 3% menjadi Rp 1,56 triliun. (Kontan-5)
Arutmin Pangkas Produksi
Anjloknya harga batubara global memukul industri pertambangan batubara. Pukulan itu juga menyasar PT Arutmin Indonesia. Merosotnya harga batubara, ditambah buruknya cuaca memaksa anak usaha PT Bumi Resources Tbk ini memangkas target produksinya tahun ini.
Semula, di awal tahun ini Arutmin menargetkan produksi batubara mencapai 31 juta ton, meningkat 24% dari realisasi tahun llau yang sebesar 25 juta ton.
Namun, Chief Executive Officer (CEO) Arutmin, Faisal Firdaus, pesimistis target bakal tercapai. “Kami masih mengusahakan bisa mencapai setidaknya 90% dari target,” ungkapnya. (Kontan-13)
Izin Tambang Diobral Picu Pencaplokan Hutan
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, Johan Firdaus, menuturkan bahwa sebagian besar izin pertambangan emas ataupun batu bara di daerahnya berada di dalam kawasan hutan produksi. “Sedikitnya tiga perusahaan pemegang izin pertambangan emas dan 30 tambang batu bara,” katanya.
Johan mengatakan izin tersebut dikeluarkan sebelum tahun 2010, yakni sebelum dibuat peraturan ihwal larangan pemberian izin pertambangan baru.
