Kamis, Februari 4, 2010
2025, RI Butuh Batu Bara Capai 192 Juta Ton
JAKARTA APBI-ICMA : Indonesia dinilai memiliki potensi sumber daya batu bara yang cukup melimpah. Adapun pada 2025 nanti, kebutuhan batu bara dalam negeri diperkirakan akan mencapai angka 192,33 juta ton.
Hal tersebut dikatakan Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Triswan Suseno, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, di Jakarta, Rabu (3/2/2010).
Jumlah cadangan batu bara siap tambang yang ada di Indonesia hingga 2008 tercatat sebanyak 7,12 miliar ton. Produksi batu bara Indonesia di 2008 mencapai 231,18 juta ton, penjualan batu bara dalam negeri 69,44 juta ton dan ekspor sebesar 160,08 juta ton.
Prediksi kebutuhan batu bara dalam negeri pada 2025 nanti masing-masing digunakan oleh PLTU sebesar 99,86 juta ton, industri semen 30,58 juta ton, industri tekstil 17,59 juta ton, industri kertas 2,92 juta ton dan industri lainnya sebanyak 41,39 juta ton.
Dari sisi ekspor, pada 2025 diperkirakan ekspor batu bara akan mengalami kenaikan hingga 260,92 juta ton. PKP2B masih akan menjadi eksportir batu bara terbesar yang menguasai 94,03 persen pasar ekspor, sedangkan KP dan BUMN menguasai 3,55 persen dan 2,43 persen.
"Dengan asumsi adanya pemakaian batu bara dalam negeri dan ekspor tidak tercatat mencapai 51,66 juta ton, maka diperkirakan jumlah produksi batu bara Indonesia pada 2025 akan mencapai 504,92 juta ton," paparnya.
Sementara itu, laju pertumbuhan produksi batu bara dari 2010-2025 diperkirakan akan mengalami kenaikan rata-rata sebesar 4,9 persen per tahun.
Berdasarkan kondisi tersebut, maka cadangan batu bara siap tambang sebesar 7,12 juta ton itu apabila tidak dikelola dengan baik dikhawatirkan akan habis dalam kurun waktu yang relatif singkat.
Oleh karena itu, perlu langkah-langkah antisipatif berupa konsep kebijakan yang dapat menjaga kelangsungan ketersedian energi batu bara dalam negeri secara berkesinambungan.(ade)
Sumber : Okezone.com, Jakarta 3 Februari 2010
|