Members Join
 
Name
Password
 
Already a member
 
 
Member News
 
Media News
 
News Archives
News ≫ Details
News, From the Media
Senin, Februari 8, 2010

Produsen Batu Bara Komitmen Penuhi DMO

JAKARTA APBI-ICMA : Produsen batu bara nasional tahun ini menyatakan kesiapannya memenuhi kewajiban pasokan batu bara untuk konsumsi domestik (domestic market obligation/DMO) sebesar 30% dari total produksi. Dengan target konservatif peningkatan produksi tahun ini dari 258 juta Matriks ton (Mton) menjadi 260 juta Mton, produsen nasional akan memasok DMO sebesar 78 juta Mton.

Hal itu dikemukakan Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Bob Kamandanu, saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (7/2).

Menurut dia, selama ini produsen memang terus memenuhi kewajiban DMO 30% sesuai Peraturan Menteri ESDM No 34/2009 tentang Pengutamaan Pemasokan Mineral dan Batu Bara untuk Kepentingan Dalam Negeri. Namun demikian, tak selamanya prosentase itu terserap semuanya oleh permintaan domestik karena pihaknya juga harus memperhatikan spesifikasi permintaan berdasarkan tingkat kalori batu bara.

Pasalnya, permintaan domestik terbanyak untuk batu bara berjenis rendah kalori yakni antara 5.500 kilokalori (Kcal) per kg sampai 5.800 kcal per kg. "Sementara batu bara hasil produksi perusahaan tambang nasional memiliki tingkat kalori 4.600-7.000 Kcal per kg," ujarnya.

Artinya, selain mengutamakan kebutuhan domestik, produsen nasional juga mengekspor dengan mengutamakan batu bara berkadar kalori tinggi yang tidak terserap industri dalam negeri. Menurut dia, secara presentase volume ekspor batubara memang lebih tinggi dibandingkan untuk DMO.

Pada 2009, misalnya, dari produksi dalam negeri sekitar 258 juta Mton, hampir 130 juta Mton untuk ekspor. Pertumbuhan pasar ekspor tahun ini juga diprediksikan tumbuh 15%. Pertumbuhan permintaan paling terasa dari China yang tahun ini permintaannya tumbuh lebih dari 3 juta Mton.

"Tahun ini mereka banyak membutuhkan batubara untuk memasok proyek pengembang listrik swasta atau IPP (Independent Power Producer) yang terus mereka genjot," ujarnya.

Selain China, pasar tradisional (traditional market) produk batu bara nasional mencakup Thailand, Hong Kong, Filipina, Jepang, dan Italia. "Tahun ini, bersama China, permintaan dari Italia juga meningkat terkait proyek pembangunan pembangkit listrik di sana," ujarnya. (*/OL-03)




Sumber : Media Indonesia, Jakarta 8 Februari 2010


Posted by : Ichwan Fuadi
 
quicknav {str_tips_top_page}